Aku Rindu Hujan Masa Kecil



Siapa yang tidak merindukan dirinya di waktu lalu? Membuka lembaran-lembaran yang usang penuh dengan tawa lepas dari seorang anak kecil. Melihat dirinya bermain-main dengan hujan, menari dibawah guyuran hujan. Aku selalu suka dengan hujan. Ayah selalu mengajakku menunggu pelangi datang setelah hujan.

Aku rindu hujan masa kecil, saat semua yang ku tertawakan hanya badut-badut yang memainkan bola-bola ditangannya. Saat yang ku tangisi hanya karena tidak dibelikan permen atau boneka. Saat semua yang lalu lalang di benak hanya sesuatu yang sederhana. Bukan hal-hal yang perlu menyeka air mata lebih dalam, atau luka yang di torehkan dengan sengaja.

Aku selalu suka hujan masa kecil, saat aku berlarian dibawahnya lalu beringsut kaget saat petir menyambar-nyambar. Bukan hujan yang merintik pelan dengan hujatan masa kini. Atau hujan dengan tiupan angin yang amat kecang, membawa luka yang mengendap di sekujur tubuh, meliarkan airmata yang tak ada habisnya. Sebab kehidupan ternyata jauh lebih kejam setelah aku tahu banyak hal.

Itu alasan mengapa aku tak mau menjadi besar. Aku hanya ingin melakoni kehidupan anak kecil yang begitu jujur. Bermain karena ingin, tersenyum karena ingin, tertawa karena ingin.. Saat semua terasa begitu mudah untuk dilangkahi. Saat yang ia tahu di dunia ini hanya ada orang-orang yang selalu menyayangi, bukan membenci.

Sebab terkadang yang paling membahagiakan memang ketika seseorang tidak tahu apa-apa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Pertama = Pacar Pertama??

Barcode Lambang Setan??

Dalam Jenuh ku